dreamramos:

Minsan, di naman talaga natin kasalanan kung bakit tayo nahuhulog sa isang tao eh. Kase kung umpisa palang eh nakita na agad nating masasaktan tayo, bakit pa tayo magpapakatanga? Sadyang may mga bagay lang talagang hindi maiiwasan, kasi walang palatandaan.

1 month ago 16 notes
7th
February
57,957 notes
Reblog
newyorktoparis:

OHGOD. 

newyorktoparis:

OHGOD. 

(via ddreamcatcherr)

3 months ago 57,957 notes

the-absolute-best-posts:

foodhater:

Sea dragons are some of the most ornately camouflaged creatures on the planet. Adorned with gossamer, leaf-shaped appendages over their entire bodies, they are perfectly outfitted to blend in with the seaweed and kelp formations they live amongst.

As with sea horses, sea dragon males are responsible for childbearing. But instead of a pouch, like sea horses have, male sea dragons have a spongy brood patch on the underside of the tail where females deposit their bright-pink eggs during mating. The eggs are fertilized during the transfer from the female to the male. The males incubate the eggs and carry them to term, releasing miniature sea dragons into the water after about four to six weeks.

Click to follow this blog, you will be so glad you did!

(via iwannado-see-visit)

5 months ago 4,960 notes

(via ddreamcatcherr)

5 months ago 791 notes

The Saddest Moment in My Childhood:

lolsofunny:

(via ddreamcatcherr)

5 months ago 117,546 notes

e-le-c-t-r-i-c:

this is epic!

(via ddreamcatcherr)

5 months ago 12,272 notes

(via maycaroni)

5 months ago 201,856 notes

thesweetestthinginlife:

Flawless

(via ddreamcatcherr)

5 months ago 27,259 notes

the-absolute-best-posts:

coconutmaplefigandpaperclips:

The Luzon Bleeding-heart (Gallicolumba luzonica) is one of a number of species of ground dove in the genus Gallicolumba that are called “bleeding-hearts”. They get this name from a splash of vivid red colour at the centre of their white breasts. The Luzon Bleeding-heart is the species in which this feature is most pronounced, and on first sight it is hard to believe that the bird has not recently been wounded. This is also partially due to a reddish hue extending down the belly, providing the illusion of blood having run down the bird’s front.

Submitted by face—the—strange

Click to follow this blog, you will be so glad you did!

(via iwannado-see-visit)

5 months ago 16,066 notes

Real Life Princesses by Jirka Väätäinen

(via ddreamcatcherr)

5 months ago 155,793 notes
15th
December
7,788 notes
Reblog

(via ddreamcatcherr)

5 months ago 7,788 notes

the-absolute-best-posts:

Click to follow this blog, you will be so glad you did!

(via iwannado-see-visit)

5 months ago 11,904 notes

Kemiskian memang bukan hanya menjadi masalah di Negara Indonesia, bahkan Negara majupun masih sibuk mengentaskan masalah yang satu ini. Kemiskinan memang selayaknya tidak diperdebatkan tetapi diselesaikan. Akan tetapi kami yakin : “du chocs des opinion jaillit la verite”.Dengan benturan sebuah opini maka akan munculah suatu kebenaran “. Dengan kebenaran maka keadilan ditegakkan, dan apabila keadilan ditegakkan kesejateraan bukan lagi menjadi sebuah impian akan tetapi akan menjadi sebuah kenyataan.

Menurut Robert Chambers bahwa inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut deprivation trap atau perangkap kemiskinan. Perangkap itu terdiri dari :

 

1. Kemiskinan itu sendiri

2. Kelemahan fisik

3. Keterasingan atau kadar isolasi

4. Kerentaan

5. Ketidakberdayaan

Semua unsur itu terkait satu sama lain sehingga merupakan perangkap kemiskinan yang benar – benar berbahaya dan mematikan, serta mempersulit rakyat miskin untuk bangkit dari kemiskinannya.

Menarik kita intip kembali masalah kemiskinan di Indonesia yang pada tahun 2005 jumlahnya 35,100 juta jiwa ( 15,97 % ), tahun 2006 jumlahnya 39,300 juta jiwa ( 17,75 % ), tahun 2007 berjumlah 37,130 ( 16,58 % ) ( sumber BPS ). Menurut World Bank penduduk Indonesia yang masih dibawah garis kemiskinan sebanyak 49 % pada tahun 2007 atau berpendapan di bawah 2 dollar AS per hari ( ketentuan garis kemiskinan versi World Bank ). Memang terjadi suatu perbedaan antara BPS dan World Bank, dikarenakan indicator yang digunakan untuk menghitung garis kemiskinan pun berbeda. Sampai sekarang masih terjadi perdebatan antara para pengamat ekonomi tentang metodologi penghitungan kemiskinan menurut BPS. Terlepas dari perdebatan tersebut kita tengah dipertontonkan fakta yang cukup menakutkan berupa angka kemiskinan yang masih sangat tinggi sekali.

Factor – factor internal dan eksternal orang miskin pun semakin membuat kehidupan yang mereka jalani semakin sulit. Adapun factor internal orang miskin diantaranya : tingkat pendidikan yang rendah, kebodohan, sikap apatis orang miskin terhadap segala kebijakan pemerintah, dll. Dan inilah ( factor internal ) yang selama ini dijadikan salah satu alasan pemerintah, mengapa kemiskinan sulit dientaskan. Sebetulnya masih ada factor eksternal yang seharusnya pemerintah juga memperhatikan dan mencermati, yang kami anggap juga tak kalah menyulitkan bagi orang miskin. Adapun factor eksternal diantaranya pembangunan yang selama ini tidak berpihak kepada orang miskin, distribusi pendapatan Negara yang tidak merata, penggusuran dengan / tanpa kompensasi, kesenjangan social – ekonomi. Kita memang mempunyai orang terkaya se- Asia Tenggara versi Globe Asia akan tetapi kita juga dihadapkan dengan fakta yang menyedihkan tentang meninggalnya seorang anak balita di Makassar karena tidak diperiksakan dan dirawat di rumah sakit setelah 1 bulan menderita sakit, dikarenakan tidak mampu membayar biaya kesehatan ( Kompas, 2/11 ). Ini lah salah satu wujud kesenjangan social – ekonomi yang sudah sangat parah. Menarik juga mengangkat tentang sertifikasi dan isu kenaikan gaji guru yang sekarang sedang menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Tugas seorang guru memang berat dan penuh amanat, akan tetapi gaji seorang guru dengan golongan terendah sekalipun jikalau kita hitung masih diatas 2 dollar per hari. Dan mereka bukan termasuk salah satu dari 49% orang miskin versi World Bank. Dan saya rasa memang belum saatnya jikalau gaji guru dinaikkan, mengingat kondisi perekonomian di Negara kita dan ketakutan akan semakin lebarnya jurang kesenjangan antara yang Miskin dan tidak Miskin, masih sangat banyak orang di sekeliling kita yang berpenghasilan jauh dibawah 2 Dollar per hari, seperti: buruh tani, buruh pabrik, kuli, dan masih banyak lagi.

Dengan dana pendidikan 20% dari APBN, alangkah baiknya pemerintah mengalokasikan dana tersebut untuk diprioritaskan pada sarana pendidikan baik dari infrastruktur sekolah, akses sekolah, biaya pendidikan yang terjangkau bagi orang miskin. Jikalau distribusi dana pendidikan lancar, niscaya jurang kesenjangan social – ekonomi yang Miskin dan Miskin akan berkurang.

Dan andaikata para konglomerat ( termasuk para elite pemerintahan ), mau berkorban, mengabdi kepada rakyat niscaya akan tumbuh sebuah rasa “senasib sepenanggungan” sehingga akan tercipta apa yang dinamakan “sama rasa sama rata” sehingga akan mewujudkan sebuah masyarakat yang sosialis – demokratis. Suatu masyarakat yang menjunjung tinggi hak – hak azasi manusia tanpa adanya perbedaan kelas.

6 months ago

Tata’s daily life

“aku kan tadi mau minum, lalu ada kecoa terbang.. di deket rak tempat piring sama gelas kan. lalu aku dengan cepat mengambil baygon. lalu aku semprotin kan tuh kecoa nya dia bersembunyi dibelakang rak piring. terus gue semprotin terus eh kecoa nya keluar. lalu my mother saw what i do in the kitchen kan. lalu dia nyuruh cuci piring + gelas yang ada dirak gara2 semuanya kena baygon-_- deeh hahahahahaa!! lalu pas udah selesai setengah nih kecoa baru dateng. lalu aku semprotin lg eh dia kabur di tempat yang sama kan eh aku semprotin lagi kan eh yg kali ini mati ditempat. terus mama ku liat lg disuruh cuci ulang akhirnya + yang ada semuanya-_- pegel jg ternyata yaahh. lama aku makanya wahahahaa”

6 months ago 1 note

the-absolute-best-posts:

Submitted by dayanatuna

Click to follow this blog, you will be so glad you did!

(via jatohkeatas)

6 months ago 10,127 notes